Jawaban tugas pkn isian classroom (tugas 4)
Nama : Renata Luna C.R
Kelas : 7A
No Absen : 28
Jawaban pkn kelas 7A ke 4 bab 4,5,6 20 April 2020
1. Bhineka tunggal ika mengandung makna
bahwa walaupun bangsa Indonesia terdiri
atas berbagai macam suku bangsa, adat
istiadat, ras dan agama yang beraneka
ragam namun keseluruhannya merupakan suatu persatuan dan kesatuan.
2. a. Faktor Penyebab Keberagaman Masyarakat Indonesia
Keberagaman masyarakat Indonesia
dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik yang datang dari dalam maupun luar masyarakat. Hal ini juga dipengaruhi oleh faktor alam, diri sendiri, dan masyarakat. Secara umum keberagaman masyarakat Indonesia disebabkan oleh hal hal sebagai
berikut : a. Letak strategis wilayah Indonesia
b. Kondisi negara kepulauan
c. Perbedaan kondisi alam
d. Keadaan transportasi dan
komunikasi
e. Penerimaan masyarakat
terhadap perubahan
b. Keberagaman Suku
Suku bangsa merupakan gabungan
sosial yang dibedakan dari golongan
golongan sosial karena mempunyai ciri
ciri paling mendasar dan umum
berkaitan dengan asal usul dan tempat
asal serta kebudayaan. Keberagaman
bangsa Indonesia, diakibatkan oleh
jumlah suku bangsa yang mendiami
wilayah Indonesia sangat banyak dan
tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Keberagaman Suku bangsa dan budaya
tidak menghalangi terwujudnya
persatuan dan kesatuan bangsa.
c. Keragaman Budaya
Budaya adalah suatu cara hidup yang
berkembang, dan dimiliki bersama oleh
sebuah kelompok orang, dan diwariskan
dari generasi ke generasi.
Keberagaman Budaya adalah suatu
wilayah atau negara yang memiliki
Budaya lebih dari satu, hal tersebut
disebabkan karena adanya perbedaan
Suku atau ras.
d. Keragaman Ras
Masyarakat Indonesia memiliki
Keberagaman ras. Hal ini disebabkan
oleh kedatangan bangsa asing ke
wilayah Indonesia, sejarah penyebaran
ras di dunia, serta letak dan kondisi
geografis wilayah Indonesia.
Kondisi masyarakat Indonesia yang
memiliki keberagaman ras berpotensi
menimbulkan konflik yang tidak hanya
merugikan kelompok kelompok
masyarakat tetapi juga merugikan
bangsa Indonesia secara keseluruhan.
3. Pentingnya memahami keberagaman
dalam masyarakat Indonesia adalah
Memahami keberagaman dalam dalam
masyarakat Indonesia berarti saling
menghormati perbedaan antar ras, suku
agama yang ada di Indonesia dengan cara
menjaga toleransi dan solidaritas
tersebut. Dan hal itu memiliki arti
penting dalam terciptanya kehidupan
berbangsa dan bernegara yang baik.
4. a. Toleransi terhadap keberagaman
norma dan kebiasaan antardaerah
Keberagaman norma dan kebiasaan
antardaerah tentu setiap orang
berbeda beda. Norma dan kebiasaan
dalam suatu masyarakat tumbuh
didasarkan oleh jiwa masyarakat itu
sendiri. Maka dari itu, kita masyarakat
harus bisa toleransi terhadap
Keberagaman tersebut.
b. Toleransi terhadap keberagaman norma
Norma adalah suatu aturan atau
kaidah yang disepakati sebagai
pedoman perilaku masyarakat untuk
mewujudkan sesuatu yang baik dan
diinginkan atau lebih tepatnya norma
merupakan pedoman bertingkah laku
yang berisi perintah, anjuran dan
larangan. Norma setiap orang
beragam. Maka dari itu kita sebagai
masyarakat Indonesia harus bisa
bertoleransi terhadap norma setiap
orang.
c. Toleransi terhadap keberagaman suku
dan ras
Perbedaan suku dan ras antara manusia
yang satu dengan manusia yang lain
hendaknya tidak menjadi kendala dalam
membangun persatuan dan kesatuan
bangsa Indonesia maupun dalam
pergaulan dunia. Kita harus
menghormati harkat dan martabat
manusia yang lain. Marilah kita
mengembangkan semangat
persaudaraan dengan sesama manusia
dengan menjunjung nilai nilai
kemanusiaan.
d. Toleransi terhadap keberagaman
antargolongan
Keberagaman masyarakat di Indonesia
salah satunya adalah keberagaman
antargolongan. Setiap orang memiliki
antargolongan berbeda beda.
Keberagaman antargolongan tidak boleh
menyebabkan terjadinya perselisihan
dan perpecahan di masyarakat. Maka
dari itu, kita tidak boleh bertindak yang
buruk, seperti mengejek orang yang
yang mempunyai golongan berbeda
dengan kita.
5. Makna kerjasama dalam hidup
bermasyarakat di Indonesia
Kerjasama dalam kehidupan
masyarakat merupakan bentuk interaksi
sosial yang pokok, bahkan manusia bisa
bekerja sama dengan manusia lainnya
yang tidak ia kenal dengan mudah.
Kerjasama dilakukan oleh manusia
dalam masyarakat dengan tujuan agar
kepentingannya lebih mudah tercapai.
6. Kerjasama memiliki arti penting dalam
sebuah kehidupan tanpa kerjasama
pekerjaan kita semakin berat (bayangkan
jika anda menjadi seorang ibu tanpa ada
kerjasama bersama anak untuk
membersihkan rumah anda akan
kecapekan), tanpa kerjasama kapan kita
bisa menikmati untuk senyum bersama
ketika melakukan sesuatu kegiatan
masing masing akan menjadi orang yang
individualisme.
7. Bentuk bentuk kerjasama dalam berbagai
bidang kehidupan di masyarakat adalah
diantaranya peserta didik ikut serta dalam
kegiatan masyarakat, misalnya dalam
kegiatan kerja bakti, perayaan perayaan hari
hari besar nasional atau keagamaan,
sanitasi, dan sebagainya.
8. Makna persatuan dan kesatuan adalah
bersatunya beragam suku dan budaya,
sehingga menjadi suatu bangsa yang
menyatu menjadi satu kesatuan yang utuh.
9. a. Perjuangan Menuju Negara Kesatuan
Republik Indonesia
1. Perjuangan di berbagai daerah menuju
Proklamasi Bangsa Indonesia berjuang
melawan penjajah Portugis, belanda,
dan Jepang. Setiap daerah berjuang
mempersatukan pemuda pemuda
Indonesia dan berjuang melawan
anggota komunis.
2. Masa awal pergerakan nasional
Masa awal pergerakan nasional
(1908-1920) berdiri organisasi seperti
Budi Utomo, Sarekat Islam dan
Indische Partij. Masa radikal
nonkooperasi (1920-1930), berdiri
organisasi seperti partai Komunis
Indonesia (PKI), Perhimpunan
Indonesia (PI), dan Partai Nasional
Indonesia (PNI).
3. Sumpah Pemuda
Sumpah Pemuda adalah keputusan
kongres pemuda kedua yang
menegaskan cita cita akan ada "tanah
air Indonesia", "bangsa Indonesia", dan
"bahasa Indonesia".
4. Peristiwa Rengasdenglok
Peristiwa Rengasdenglok adalah
peristiwa dimana Ir. Soekarno diculik
oleh para pemuda agar Ir. Soekarno
segera memerdekakan Indonesia.
Setelah diculik Ir. Soekarno dibawa ke
rumah Laksamana Tadashi Maeda.
Kemudian menuliskan naskah
Proklamasi dan diketik oleh Sayuti
Melik.
5. Proklamasi 17Agustus 1945
Setelah peristiwa Rengasdenglok pada
tanggal 16 Agustus 1945, keesoakan
harinya pada tanggal 17 Agustus 1945
Ir. Soekarno dan Moh. Hatta
Memproklamasikan kemerdekaan
Indonesia. Ir. Soekarno membacakan
teks Proklamasi didampingi oleh
Moh. Hatta, dilanjutkan pengibaran
bendera merah putih yang dijahit oleh
Fatmawati.
b. Karakteristik Daerah dalam Kerangka
Negara Kesatuan Republik Indonesia
1. Pemerintahan daerah
Pemerintahan daerah adalah
penyelenggaraan urusan
pemerintahan oleh Pemerintahan
Daerah dan DPRD menurut asas
otonomi dan tugas pembantuan
dengan prinsip otonomi seluas
luasnya dalam sistem dan prinsip
Negara Kesatuan Republik Indonesia
sebagaimana dimaksud dalam UUD
1945.
2. Karakter fisik
Berupa ukuran daerah, kesejahteraan,
functional differentiation, umur
daerah, latar belakang pendidikan
kepala daerah, leverage daerah dan
intergovernmental revence.
3. Karakter sosial budaya
Pola perilaku yang merupakan
perwujudan dari kepribadian seorang
individu akan disesuaikan dengan
sistem nilai dan norma yang berlaku
dalam kehidupan sosial budaya
masyarakat yang bersangkutan.
Penduduk di benua Asia memiliki ras
yang beraneka ragam tetapi
hubungan antar suku tetap harmonis.
10. Mempertahankan persatuan dan kesatuan Indonesia dengan cara
1. Cinta tanah air
2. Membina persatuan dan kesatuan
3. Rela berkorban
4. Pengetahuan budaya dalam
meningkatkan NKRI
5. Menaati peraturan
b. Keberagaman Suku
Suku bangsa merupakan gabungan
sosial yang dibedakan dari golongan
golongan sosial karena mempunyai ciri
ciri paling mendasar dan umum
berkaitan dengan asal usul dan tempat
asal serta kebudayaan. Keberagaman
bangsa Indonesia, diakibatkan oleh
jumlah suku bangsa yang mendiami
wilayah Indonesia sangat banyak dan
tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Keberagaman Suku bangsa dan budaya
tidak menghalangi terwujudnya
persatuan dan kesatuan bangsa.
c. Keragaman Budaya
Budaya adalah suatu cara hidup yang
berkembang, dan dimiliki bersama oleh
sebuah kelompok orang, dan diwariskan
dari generasi ke generasi.
Keberagaman Budaya adalah suatu
wilayah atau negara yang memiliki
Budaya lebih dari satu, hal tersebut
disebabkan karena adanya perbedaan
Suku atau ras.
d. Keragaman Ras
Masyarakat Indonesia memiliki
Keberagaman ras. Hal ini disebabkan
oleh kedatangan bangsa asing ke
wilayah Indonesia, sejarah penyebaran
ras di dunia, serta letak dan kondisi
geografis wilayah Indonesia.
Kondisi masyarakat Indonesia yang
memiliki keberagaman ras berpotensi
menimbulkan konflik yang tidak hanya
merugikan kelompok kelompok
masyarakat tetapi juga merugikan
bangsa Indonesia secara keseluruhan.
3. Pentingnya memahami keberagaman
dalam masyarakat Indonesia adalah
Memahami keberagaman dalam dalam
masyarakat Indonesia berarti saling
menghormati perbedaan antar ras, suku
agama yang ada di Indonesia dengan cara
menjaga toleransi dan solidaritas
tersebut. Dan hal itu memiliki arti
penting dalam terciptanya kehidupan
berbangsa dan bernegara yang baik.
4. a. Toleransi terhadap keberagaman
norma dan kebiasaan antardaerah
Keberagaman norma dan kebiasaan
antardaerah tentu setiap orang
berbeda beda. Norma dan kebiasaan
dalam suatu masyarakat tumbuh
didasarkan oleh jiwa masyarakat itu
sendiri. Maka dari itu, kita masyarakat
harus bisa toleransi terhadap
Keberagaman tersebut.
b. Toleransi terhadap keberagaman norma
Norma adalah suatu aturan atau
kaidah yang disepakati sebagai
pedoman perilaku masyarakat untuk
mewujudkan sesuatu yang baik dan
diinginkan atau lebih tepatnya norma
merupakan pedoman bertingkah laku
yang berisi perintah, anjuran dan
larangan. Norma setiap orang
beragam. Maka dari itu kita sebagai
masyarakat Indonesia harus bisa
bertoleransi terhadap norma setiap
orang.
c. Toleransi terhadap keberagaman suku
dan ras
Perbedaan suku dan ras antara manusia
yang satu dengan manusia yang lain
hendaknya tidak menjadi kendala dalam
membangun persatuan dan kesatuan
bangsa Indonesia maupun dalam
pergaulan dunia. Kita harus
menghormati harkat dan martabat
manusia yang lain. Marilah kita
mengembangkan semangat
persaudaraan dengan sesama manusia
dengan menjunjung nilai nilai
kemanusiaan.
d. Toleransi terhadap keberagaman
antargolongan
Keberagaman masyarakat di Indonesia
salah satunya adalah keberagaman
antargolongan. Setiap orang memiliki
antargolongan berbeda beda.
Keberagaman antargolongan tidak boleh
menyebabkan terjadinya perselisihan
dan perpecahan di masyarakat. Maka
dari itu, kita tidak boleh bertindak yang
buruk, seperti mengejek orang yang
yang mempunyai golongan berbeda
dengan kita.
5. Makna kerjasama dalam hidup
bermasyarakat di Indonesia
Kerjasama dalam kehidupan
masyarakat merupakan bentuk interaksi
sosial yang pokok, bahkan manusia bisa
bekerja sama dengan manusia lainnya
yang tidak ia kenal dengan mudah.
Kerjasama dilakukan oleh manusia
dalam masyarakat dengan tujuan agar
kepentingannya lebih mudah tercapai.
6. Kerjasama memiliki arti penting dalam
sebuah kehidupan tanpa kerjasama
pekerjaan kita semakin berat (bayangkan
jika anda menjadi seorang ibu tanpa ada
kerjasama bersama anak untuk
membersihkan rumah anda akan
kecapekan), tanpa kerjasama kapan kita
bisa menikmati untuk senyum bersama
ketika melakukan sesuatu kegiatan
masing masing akan menjadi orang yang
individualisme.
7. Bentuk bentuk kerjasama dalam berbagai
bidang kehidupan di masyarakat adalah
diantaranya peserta didik ikut serta dalam
kegiatan masyarakat, misalnya dalam
kegiatan kerja bakti, perayaan perayaan hari
hari besar nasional atau keagamaan,
sanitasi, dan sebagainya.
8. Makna persatuan dan kesatuan adalah
bersatunya beragam suku dan budaya,
sehingga menjadi suatu bangsa yang
menyatu menjadi satu kesatuan yang utuh.
9. a. Perjuangan Menuju Negara Kesatuan
Republik Indonesia
1. Perjuangan di berbagai daerah menuju
Proklamasi Bangsa Indonesia berjuang
melawan penjajah Portugis, belanda,
dan Jepang. Setiap daerah berjuang
mempersatukan pemuda pemuda
Indonesia dan berjuang melawan
anggota komunis.
2. Masa awal pergerakan nasional
Masa awal pergerakan nasional
(1908-1920) berdiri organisasi seperti
Budi Utomo, Sarekat Islam dan
Indische Partij. Masa radikal
nonkooperasi (1920-1930), berdiri
organisasi seperti partai Komunis
Indonesia (PKI), Perhimpunan
Indonesia (PI), dan Partai Nasional
Indonesia (PNI).
3. Sumpah Pemuda
Sumpah Pemuda adalah keputusan
kongres pemuda kedua yang
menegaskan cita cita akan ada "tanah
air Indonesia", "bangsa Indonesia", dan
"bahasa Indonesia".
4. Peristiwa Rengasdenglok
Peristiwa Rengasdenglok adalah
peristiwa dimana Ir. Soekarno diculik
oleh para pemuda agar Ir. Soekarno
segera memerdekakan Indonesia.
Setelah diculik Ir. Soekarno dibawa ke
rumah Laksamana Tadashi Maeda.
Kemudian menuliskan naskah
Proklamasi dan diketik oleh Sayuti
Melik.
5. Proklamasi 17Agustus 1945
Setelah peristiwa Rengasdenglok pada
tanggal 16 Agustus 1945, keesoakan
harinya pada tanggal 17 Agustus 1945
Ir. Soekarno dan Moh. Hatta
Memproklamasikan kemerdekaan
Indonesia. Ir. Soekarno membacakan
teks Proklamasi didampingi oleh
Moh. Hatta, dilanjutkan pengibaran
bendera merah putih yang dijahit oleh
Fatmawati.
b. Karakteristik Daerah dalam Kerangka
Negara Kesatuan Republik Indonesia
1. Pemerintahan daerah
Pemerintahan daerah adalah
penyelenggaraan urusan
pemerintahan oleh Pemerintahan
Daerah dan DPRD menurut asas
otonomi dan tugas pembantuan
dengan prinsip otonomi seluas
luasnya dalam sistem dan prinsip
Negara Kesatuan Republik Indonesia
sebagaimana dimaksud dalam UUD
1945.
2. Karakter fisik
Berupa ukuran daerah, kesejahteraan,
functional differentiation, umur
daerah, latar belakang pendidikan
kepala daerah, leverage daerah dan
intergovernmental revence.
3. Karakter sosial budaya
Pola perilaku yang merupakan
perwujudan dari kepribadian seorang
individu akan disesuaikan dengan
sistem nilai dan norma yang berlaku
dalam kehidupan sosial budaya
masyarakat yang bersangkutan.
Penduduk di benua Asia memiliki ras
yang beraneka ragam tetapi
hubungan antar suku tetap harmonis.
10. Mempertahankan persatuan dan kesatuan Indonesia dengan cara
1. Cinta tanah air
2. Membina persatuan dan kesatuan
3. Rela berkorban
4. Pengetahuan budaya dalam
meningkatkan NKRI
5. Menaati peraturan